cool hit counter

PDM Kota Tebing Tinggi - Persyarikatan Muhammadiyah

 PDM Kota Tebing Tinggi
.: Home > Program Kerja

Homepage

Program Kerja

 PROGRAM PIMPINAN DAERAH MUHAMMADIYAH KOTA TEBING TINGGI PERIODE 2010-2015

 

Pimpinan Daerah Muhammadiyah sebagai pemegang dan pelaksana amanat Musyda Ke-11, menjalankan kebijakan strategis, sedangkan pelaksanaan kebijakan operasional dijalankan oleh Majelis dan Lembaga sebagai Unsur Pembantu Pimpinan Persyarikatan. Adapun Program Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Tebing Tinggi Periode 2010-2015 terdiri dari Rekomendasi, Program Strategis dan Program Operasional Majelis dan Lembaga adalah sebagai berikut :

 

REKOMENDASI  DAN PROGRAM MUSYDA KE -11 MUHAMMADIYAH  KOTA TEBING TINGGI.

 

  1. INTERNAL

1.      Menghimbau kepada seluruh Anggota maupun Simpatisan Muhammadiyah agar dapat tertib menjalankan ibadah sesuai Sunnah Rasul dan mengamalkan membanca Al Qur’an setiap harinya.

PDM Menyampaikan kepada seluruh Pimpinan Pesyarikatan, PCM dan PRM.

2.      Menghimbau seluruh warga Muhammadiyah agar dapat mensosialisasikan larangan merokok yang terbukti secara empiris dapat merusak kesehatan dan berdampak buruk bagi kehidupan masyarakat sesuai Keputuan Fatwa Majelis Tarjih dan Tajdid tentang keharaman merokok.

PDM Menyampaikan kepada seluruh Pimpinan Persyarikatan, Majelis/Lembaga, Ortom dan PCM/PRM.

3.      Mendorong seluruh warga Muhammadiyah agar lebih peka terhadap penderitaan orang lain melalui gerakan sedekah minimal Rp 500,- perorang setiap hari.

PDM Menyampaikan kepada Majelis Pelayanan Sosial.

4.      Mendorong kepada Pengurus Takmir Masjid Muhammmadiyah agar dapat memakmurkan Masjid dalam lingkungan Persyarikatan dengan cara Shalat berjamaah disetiap waktunya.

PDM Menyampaikan ke PCM agar membentuk Pengurus Takmir Masjid.

5.      Kepada seluruh pimpinan (PCM, PRM) yang tidak dapat menunjukkan kinerjanya sesuai bidang tugasnya perlu diberi pembinaan.

PDM Membentuk Koordinator Pembina Cabang Se Kota Tebing Tinggi yang anggotanya terdiri dari PDM Kota Tebing Tinggi.

6.      Mendorong kepada warga Muhmmadiyah agar mendukung putra-putrinya masuk dan aktif di Ortom seperti IPM, NA dan Pemuda Muhammadiyah.

PDM Memhimbau seluruh warga Muhammadiyah, Ortom, PCM/PRM.

7.      Kepada seluruh Pimpinan Muhammadiyah senantiasa memperhatikan jamaah/anggotanya yang tidak terib beribadah, jarang datang ke Masjid, dan pengajian dan kegiatan-kegiatan lainya agar dilakukan pembinaan bila perlu dilakukan teguran dan sanksi.

PDM Menyampaikan ke PCM agar melakukan pembinaan terhadap PRM dan bila perlu diberi teguran.

8.      Setiap PRM berkewajiban memberikan informasi atas musibah yang terjadi di rantingnya sehingga ranting lain dapat mengetahuinya.

PDM Menyampaikan kepada PCM/PRM.

9.      Mewajibkan sumbngan kemalangan Rp 1.000,- melalui PRM dan diteruskan diteruskan ke PCM masing-masing dan selanjutnya bantuan tersebut ini dikoordinir oleh Majelis yang terkait sehingga dapat meringankan beban penderiataan jamaah yang ditimpa musibah.

PDM Melibatkan Majelis Pelayanan Sosial. .

10.  Mendorong PCM agar Rantingnya dapat melakukan pengajian dan kegiatan lainnya sehingga tidak terdapat lagi ranting yang pasif.

PDM Menyampaikan kepada PCM.

11.  Merealisasikan penyesuaian Nama Cabang dan Ranting Muhammadiyah dengan Nama Kecamatan dan Kelurahan Kota Tebing Tinggi sesuai Keputusan Musypimda Tahun 2006.

PDM Menyampaikan kepada LPCR dan PCM/PRM.

12.  PRM dan PCM agar senantiasa mempedomani Keputusan Muktamar Muhammadiyah Ke-46 tentang Revitasiliasi Ranting dan Cabang Muhammadiyah.

PDM Mensosialisasikan kepada seluruh Pimpinan Persyarikatan.

13.  Masing-masing Pimpinan Majelis agar dapat membuat program unggulannya sehingga seluruh majelis dapat berpacu dengan baik.

PDM melibatkan Majelis/Lembaga.

14.  Pimpinan Ortom sebelum melakukan kegiatan dan penyampaian proposal terlebih dahulu dikoordinasikan kepada Pimpinan Daerah dengan demikian akan terjalin komunikasi yang baik.

PDM menyampaikan kepada seluruh Ortom.

15.  Mendorong Pimpinan Ortom agar meningkatkan perannya dalam memberdayakan perempuan dan perlindungan terhadap anak.

PDM Menyampaikan kepada Pimpinan Ortom.

16.  Mendorong warga Muhammadiyah membudayakan budaya baca lewat Perpustakaan maupun buku-buku yang ada.

PDM Menyampaikan kepada Majelis Pustaka dan Informasi.

17.  Mendorong warga Muhammadiyah agar mencarikan anak maupun keluarganya untuk menyekolahkan di SD Muhammadiyah At Taqwa dalam rangka kelangsungan sekolah tersebut.

Disampaikan kepada Warga Muhammadiyah dan Majelis Dikdasmen.

18.  Membentuk kembali Panitia Pembangunan gedung SD sehingga bangunan yang terbengkalai dapat diatasi degan baik.

PDM Menyampaikan kepada Majelis Dikdasmen.

19.  Mengevaluasi kinerja seluruh pekerja di Amal Usaha Muhammadiyah dalam rangka meningkatkan kualitas dan kuantitasnya.

PDM Menyampaikan kepada Majelis/PCM/PRM.

20.  Mewajibkan Pimpinan Amal Usaha dan khususnya SD Muhammadiyah At Taqwa agar menyampaikan laporan secara periodik dan memberi laporan bantuan yang diterimanya dari Pemerintah disampaikan ke Majelis dan tembusan kepada Pimpinan Daerah sehingga dapat dikontrol dengan baik.

PDM Menyampaikan kepada Majelis Dikdasmen.

21.  Mengamanahkan kepada IPM agar meningkatkan pembinaan terhadap Remaja/Pelajar dalam kegiatan agar membentuk Maching Band, klub-klub orah raga dan kegiatan positif lainnya.

PDM Menyampaikan kepada PD IPM.

22.  Mengamanahkan kepada muballigh/da’i Muhammadiyah dalam menyampaikan ceramahnya agar selalu merujuk kepada produk Majelis Tarjih dan Tajdid.

PDM Menyampaikan kepada Majelis terkait dan Korps Muballigh tingkat Daerah.

23.  Mengamanahkan kepada Pimpinan Daerah agar membentuk Tim Khusus mengenai sengketa lahan milik Muhammadiyah.

PDM Menyampaikan kepada Majelis Wakaf dan Kehartabendaan.

 

  1. EKSTERNAL

1.      Mendorong Pimpinan Muhammadiyah setiap kegiatannya agar dapat meningkatkan peran serta dan kerjasama dengan Ormas lain dalam rangka pembinaan umat.

PDM menggalang kerjama sama dengan Ormas lain.

2.      Mendorong aparat penegak hukum (Polres, Kejaksaan Negeri dan Pengadilan Negeri) Tebing Tinggi agar kontinu dalam memberantas perjudian, narkoba, premanisme, keyboard porno, pornografi serta bentuk kemungkaran lainnya.

PDM Menyampaikan kepada Kapolres, Kajari, dan PN. Dan Memberitakan di Harian Surat Kabar.

3.      Mendorong Pemko agar menindak tegas individu maupun kelompok yang melakukan penistaan terhadap agama.

PDM Menyampaikan kepada Walikota Tebing Tinggi.

4.      Mendorong Pemko dan pihak yang berwajib agar melakukan sosialisasi peraturan (UU) yang terkait  tentang perdagangan anak maupun kekerasan dalam rumah tangga.

PDM Menyampaikan kepada Walikota Tebing Tinggi.

5.      Mengevil (menyerukan) Pemko bersama DPRD Kota Tebing Tinggi mewujudkan Perda Syariah sesuai kebutuhan masyarakat luas di Kota Tebing Tinggi.

PDM Menyampaikan kepada DPRD dan Walikota Tebing Tinggi.

6.      Menghimbau masyarakat Tebing Tinggi agar dalam pendirian Rumah Ibadah memperhatikan komunitas setempat  dengan mengedepankan kerukunan antar umat beragama.

PDM Menyampaikan kepada Walikota Tebing Tinggi.

7.      Meminta Pemko, DPRD, KPUD Kota Tebing Tinggi agar segera melaksanakan pemungutan suara ulang dengan terlebih dahulu menuntaskan segala permasalahannya sehingga dikemudian hari tidak terjadi lagi gugat menggugat demi menjaga ketenangan dan kondusifitas warga Kota Tebing Tinggi.

PDM Menyampaikian kepada KPUD, DPRD dan Walikota Tebing Tinggi.

 

A.      PROGRAM STRATEGIS PD.MUHAMMADIYAH KOTA TEBING TINGGI

 

1)      Program Konsolidasi Ideologis

a.       Visi Pengembangan

Teraktualisasinya prinsip-prinsip, idealisme, dan konsep-konsep dasar gerakan yang menunjukkan keunggulan Muhammadiyah sebagai Gerakan Islam yang maju/modern serta perperan aktif-strategis dalam dinamika kehidupan warga, umat, masyarakat dan bangsa.

 

b.      Program Pengembangan

1)      Mengintensifkan pembinaan ideologi seluruh lingkungan organisasi melalui berbagai usaha yang terintegrasi sehingga prinsip, visi, dan misi Muhammadiyah teraktualisasi dalam aktivitas gerakan.

Kegiatannya: Mensosialisasikan Sistem Pembinaan Simpatisan dan Anggota Muhammadiyah. PDM melibatkan MT, MPI, MPK, LPCR dan Ortom.

2)      Mengintensifkan dan memasyarakatkan Manhaj Gerakan Muhammadiyah sebagai sumber inspirasi, acuan, dan tuntunan dalam seluruh lingkungan organisasi.

Kegiatan: Menyiapkan bahan bahan-bahan. PDM melibatkan MTT, Majelis Hukum dan HAM,  PDA.

3)      Meningkatkan posisi dan fungsi Persyarikatan sebagai sumber inspirasi dan rujukan pemikiran sehingga Muhammadiyah menjadi kekuatan strategis serta tenda besar umat.

Kegiatan: Menyiapkan bahan-bahan untuk Wabsite. PDM melibatkan Majelis Pustaka dan Informasi.

4)      Mengembangkan Ideologi, politik dan organisasi, up-grading, refreshing dan pengajian-pengajian disemua lini untuk meningkatkan komitmen, wawasan, dan aksi gerakan Muhammadiyah dalam menghadapi berbagai tantangan yang kompleks.

Kegiatan: Menyiapkan bahan-bahan perkaderan. PDM melibatkan MPK.

5)      Meningkatkan pembinaan jama’ah dan peran Muhammadiyah di akar-rumput.

Kegiatan: Menyiapkan bahan-bahan data. PDM melibatkan MT, MTT dan PDA.

 

2)      Program Konsolidasi Kelembagaan

a.       Visi Pengembangan

Berkembangnya kualitas instituti organisasi yang menunjukkan keunggulan Muhammadiyah sebagai Gerakan Islam yang maju/modern serta berperan aktif-strategis dalam dinamika kehidupan.

 

b.      Program Pengembangan

1)      Meningkatkan kapasitas organisasi dan kepemimpinan yang efektif sehingga organisasi dan kepemimpinan tidak bertumpu pada figur tetapi lebih berbasis sistem.

Kegiatan: Rakerda konsolidasi organisasi. PDM melibatkan Majelis/Lembaga, Ortom dan PCM.

2)      Membangun kinerja organisasi yang efektif, efesien dan akuntabel sehingga Muhammadiyah menjadi organisasi yang maju/modern.

Kegiatan: Menyiapkan bahan-bahan. PDM melibatkan Majelis Hukum dan HAM.

3)      Memperkuat organisasi Muhammadiyah sebagai basis gerakan kultural.

Kegiatan: Sosialisasi penjabaran dakwah kultural. PDM melibatkan Majelis/Lembaga dan PDA.

4)      Mengintensipkan pembinaan Cabang sehingga terbentuk diseluruh Kecamatan dan Ranting terbentuk di Kelurahan sebagai melengkapi persyaratan Cabang dan pertambahan anggota pada tiap ranting.

Kegiatan: Menyiapkan bahan-bahan. PDM melibatkan LPCR dan PCM.

5)      Mengefektifkan manajemen Masjid dan Mushalla yang dikelola Muhammadiyah sebagai basis gerakan Muhammadiyah di akar rumput.

Kegiatan: Menyiapkan bahan-bahan. PDM melibatkan MT, MPI, LPCR dan PCM.

6)      Meningkatkan, mengembangkan dan menerapkan sistem tatakelola orgnisasi dan tatakelola keuangan Cabang dan Ranting dan amal usaha dengan mencantumkan data keuangan pada papan data disetiap sekretariat Masjid/Mushalla berdasarkan pirinsif amanah, kejujuran, keterbukaan dan tersistem.

Kegiatan: Menyiapkan bahan-bahan. PDM melibatkan LPCR, PCM.

7)      Meningkatkan koordinasi, komunikasi, dan kunjungan ke Cabang dan Ranting.

Kegiatan: Menyiapkan bahan-bahan. PDM melibatkan Majelis/Lembaga PDM.

8)      Menyelsesaikan secara berkelanjutan Pembangunan Gedung Dakwah Muhammadiyah baik lantai atas sebagai tempat pertemuan maupun lantai bawah termasuk sarana dan prasarananya yang representatif dan sebagai pusat sekretaraiat Pimpinan Daerah beserta Pimpinan Majelis dan Ortom Tingkat Daerah Kota Tebing Tinggi.

Kegiatan: Menyempurnakan Kepanitiaan Pembangunan Gedung Dakwah Muhammadiyah. PDM melibatkan Panitia Pembangunan Gedung Dakwah Muhammadiyah Kota Tebing Tinggi.

 

3)      Program Pengembangan Kemitraan

a.       Visi Pengembangan

Berkembangnya kualitas dan intensitas hubungan organisasi yang menunjukkan peran strategis dan keterlibatan proaktif Muhammdiyah sebagai Gerakan Islam yang maju/modern dalam dinamika kehidupan umat, bangsa, dan perkembangan global.

 

b.      Program Pengembangan

1)      Meningkatnya partisipasi aktif Muhammadiyah dalam lini kehidupan.

Kegiatan: Melakukan loby, komunikasi kepada legislatif, eksekutif dan yudikatif.

2)      Meningkatnya komunikasi, jaringan, dan kerjasama dengan organisasi Islam, organisasi kemasyarakatan dalam ikhtiar membangun tatanan kehidupan yang damai, maju, adil, makmur, bermartabat, dan berperadapan utama.

Kegiatan: Meningkatkan komunikasi dengan Forum Ukhuwah Islamiyah (FUI) yang tergabung didalamnya (Muhammadiyah, Alwashliyah, Al Ittihadiyah, Nahdatul Ulama, DDII. Dan membutar/nonton bareng Film Sang Pencerah di GDM tanggal 13 Mei 2011. PDM melibatkan Majelis/Lembaga, Ortom, PCM, PRM dan Ormas Islam.

3)      Mengembangkan kerjasama yang proaktif dan harmonis yang saling menguntungkan dengan berbagai instansi, baik pemerintah, maupun swasta untuk mendukung gerak Persyarikatan.

Kegiatan: Menjalin kerjasma dengan instansi yang terkait baik dalam pelaksnaan program dan pendanaan.

 

4)      Program Pembedayaan Anggota dan Kader

a.       Visi Pengembangan

Berkembangnya kuantitas, kualitas, dan kapasitas anggota serta kader Muhammadiyah sebagai sumberdaya perilaku gerakan dalam upaya mewujudkan terbentuknya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.

 

b.      Program Pengembangan

1)      Mengembangkan model-model pengembangan jumlah anggota secara proaktif sebagai bagian penting dari strategi gerakan yang bersifat ekspansif untuk mewujudkan tujuan Muhammadiyah.

Kegiatan: Menyiapkan bahan-bahan. PDM melibatkan MPK, LPCR dan PCM.

2)      Meningkatkan model-model pengembangan kualitas anggota yang terintegrasi dengan pembinaan keluarga sakinah, pendidikan, kesehatan, dan amal usaha Muhammadiyah.

Kegiatan: Menyiapkan bahan-bahan. PDM melibatkan MT, Majelis Dikdasmen dan PDA.

3)      Meningkatkan perhatian dan usaha secara serius yang berkaitan kesejahteraan dan masa depan kader sebagai bagian penting dari transpormasi peran kader dalam lingkup persyarikatan, kader umat, dan kader bangsa.

Kegiatan: Menyiapkan bahan-bahan. PDM melibatkan MPK.

4)      Menggalang potensi kader Muhammadiyah yang tersebar di berbagai lembaga pemerintahan (eksekutif, legislaltif, yudikatif, dan institusi-institusi negara) dan lembaga-lembaga profesi serta institusi-institusi strategis lainnya untuk pengembangan visi dan misi Persyarikatan.

Kegiatan: Menyalin komunikasi dengan eksekutif, legislatif dan yudikatif.

5)      Meningkatkan dan mengembangkan ikatan persaudaraan di kalangan aktivis/kader persyarikatan dari berbagai profesi dan lingkungan dengan mengefektifkan forum-forum pengajian, pertemuan, dialog, ideopolitor, dan lain-lain.

Kegiatan: Menyiapkan bahan-bahan. PDM melibatkan Majelis/Lembaga dan Orotom, PCM.

6)      Menyelenggarakan perkaderan secara berkala.

Kegiatan: Menyiapkan bahan-bahan. PDM melibatkan MPK.

 

5)      Program Pemberdayaan Keluarga

a.       Visi Pengembangan

Berkembangnya kualitas keluarga yang berbasis kehidupan keluarga sakinah dalam kehidupan masyarakat sebagai wujud keberhasilan dakwah Muhammadiyah.

 

b.      Program Pengembangan

1)      Meningkatnya usaha-usaha pembinaan keluarga sakinah disertai penyebarluasan tuntunan-tuntunan praktis di  lingkungan keluarga Muhammadiyah maupun masyarakat sebagaimana dituntunkan oleh Tarjih dan Pengembangan model keluarga sakinah yang disusun oleh Aisyiyah sebagai bentuk keteladanan yang baik (uswatun hasanah) dari model kehidupan keluarga dalam masyarakat.

Kegiatan: Menyiapkan bahan-bahan. PDM melibatkan MT, MTT, PDA dan PCM.

2)      Meningkatkan model-model bimbingan- konseling, advokasi, dan crisis-centre dalam memecahkan masalah-masalah keluarga, baik di lingkungan Muhammadiyah maupun masyarakat, yang menggunakan pendekatan  dakwah.

Kegiatan: Menyiapkan bahan-bahan. PDM melibatkan MPS, MT, MEK dan LPCR.

3)      Meningkatkan pembinaan kualitas kesehatan dan kesejahteraan keluarga termasuk kesehatan reproduksi terutama di lingkungan masyarakat yang dhua’fa melalui berbagai kegiatan sebagai bagian terpadu dari pengembangan kehidupan Keluraga Sakinah, Qoryah, Thayyibah, serta Gerakan Jamaah dan Dakwah Jamaah.

Kegiatan: Menyiapkan bahan-bahan. PDM melibatkan MPKes, MPM, MT dan PDA.

4)      Meningkatkan gerakan budaya membaca di lingkungan keluarga sebagai basis dari masyarakat pembelajaran menuju kehidupan keluarga yang cerdas menuju pencerdasan kehidupan bangsa.

Kegiatan: Menyiapkan Perpustakaan kerjasama dengan Perpustakaan SD Muhammadiyah. PDM melibatkan MPI.

 

6)      Program Partisipasi Kebangsaan

a.       Visi Pengembangan

Berkembangnya peran-peran strategis Muhammadiyah sebagai kekuatan Islam modernis terbesar dalam mempengaruhi kebijakan-kebijakan negara/pemerintahan dan proses dinamika politik- kebangsaan sebagai perwujudan  dakwah amar ma’ruf dan nahi mungkar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sesuai Khittah dan Kepribadian Muhammadiyah.

 

b.      Program Pengembangan

1)      Meningkatkan komunikasi, hubungan dan kerjasama secara proaktif dengan berbagai lembaga negara/pemerintahan baik dengan yudikatif, legislatif, dan yudikatif, maupun institusi-institusi lainnya dalam usaha mengembangkan misi Muhammadiyah.

Kegiatan: Menjalin komunikasi, hubungan dan kerjasama.

2)      Meningkatkan perhatian, kepedulian, dan penyikapan terhadap persoalan-persoalan aktual dan krusial yang menyangkut hajat hidup publik, termasuk kepentingan umat Islam, sebagai bentuk keterlibatan aktif Muhammadiyah dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Kegiatan: Meningkatkan perhatian, kepedulian dan penyikapan terhadap persoalan aktual dan krusial. PDM melibatkan Majelis/Lembaga, Ortom.

3)      Meningkatnya prakarsa dan komunikasi dengan organisasi-organisasi Islam dalam usaha memperkuat ukhuwah dana kepemimpinan umat Islam, menyelesaikan masalah-masalah krusial dan strategis, serta untuk memperjuangkan aspirasi umat Islam sebagai penduduk mayoritas dalam peran kehidupan berbangsa dan bernegara.

Kegiatan: Kerjasama dengan Ormas Islam dalam menghadapi situasi permasalahan keumatan di Kota Tebing Tinggi. 

4)      Memperkuat posisi dan peran Muhammadiyah sebagai organisasi Islam modern terbesar melalui berbagai keterlibatan yang strategis, selektif, produktif, dengan tetap mengindahkan prinsip kemandirian dan sejalan Khittah serta Kepribadian Muhammadiyah.

Kegiatan: Meningkatkan peran aktif dalam dinamika kehidupan. PDM melibatkan Majelis/Lembaga.

 

7)      Program Pendanaan

a.       Menggali sumber-sumber dana untuk pembiayaan operasional kesekretariatan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Tebing Tinggi.

Kegiatan: Menggali sumber-sumber dana. Melibatkan Bendahara PDM.

b.      Menetapkan persentasi dari hasil amal usaha Muhammadiyah.

Kegiatan: Menetapkan presentasi dari hasil amal usaha Muhammadiyah. PDM melibatkan Bendahara dan Majelis terkait.

c.       Iyuran Anggota Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Tebing Tinggi Rp 5.000,- (lima ribu rupiah) per bulan.

Kegiatan: Mengutip iyuran anggota PDM. Melibatkan Bendahara PDM.

d.      Sumbangan Wajib Organisasi Cabang Muhammadiyah Kota Tebing Tinggi Rp 10.000,- (sepuluh ribu rupiah) per bulan.

Kegiatan: Mengutip SWO Cabang. Melibatkan Bendahara PDM.

 

8)      Program Bidang Seni Budaya dan Olahraga

a.       Visi Pengembangan

Berkembangnya seni budaya yang bernafaskan Islam dan mencerahkan akal budi, olah raga kesehatan manusia sebagai makhluk yang berperadapan mulia.

 

b.      Program Pengembangan

1)      Mengembangkan aspresiasi kesenian, kesusasteaan, dan pariwisata yang Islami dan memberikan nuansa kehalusan budi dan spritual Islam dalam kehidupan warga persyarikatan, umat, dan masyarakat luas.

Kegiatan: Kerjasama Diklat Guru Seni. PDM melibatkan Majelis Diskdasmen.

2)      Mengembangkan dan mengapresiasi seni budaya lokal yang dipadukan dengan dakwah kultural Muhammadiyah.

Kegiatan: Kajian karya seni budaya lokal. PDM melibatkan Majelis/Lembaga.

3)      Mengembangkan pendidikan seni budaya Islami melalui lembaga pendidikan, keluarga, dan komunitas jama’ah.

Kegiatan: Diskusi/sosialisasi pendidikan seni budaya Islami. PDM melibatkan Majelis Dikdasmen.

4)      Melakukan kajian dan kritik terhadap praktik-praktik kesenian dan berbagai publikasi yang bertentangan dengan nilai-nilai dan norma-norma ajaran Islam serta merusak akhlak dan peradaban manusia.

Kegiatan: Melakukan Kajian dan Kritik Praktik Kesenian. PDM melibatkan Majelis/Lembaga dan Ortom.

5)      Meningkatkan kerjasama dengan berbagai pihak dalam pengembangan seni budaya Islami.

Kegiatan: Melakukan kerjasama pengembangan seni budaya Islami. PDM melibatkan Majelis/Lembaga dan Ortom.

6)      Memanfaatkan media massa cetak dan elektronik sebagai sarana dalam pengembangan seni budaya dalam Muhammadiyah.

Kegiatan: Mengisi tulisan/berita dalam Suara Muhammadiyah dan Website Muhammadiyah. PDM melibatkan Majelis/Lembaga dan PCM.

7)      Mengembangakan kesadaran dan permasyarakatan olah raga untuk menumbuhkan fisik dan jiwa yang sehat melalui berbagai kegiatan yang terprogram.

Kegiatan: Menyelenggarakan kegiatan olah raga secara rutin dan gotong royong di AUM. PDM melibatkan Majelis/Lembaga, Ortom, PCM dan PRM.

8)      Mendorong amal usaha-sekolah Muhammadiyah dalam pengembangan seni budaya dan olah raga pada setiap jenjang pendidikan.

Kegiatan: Mendorong Amal Usaha sekolah untuk mengembangakan seni dan olah raga. PDM melibatkan Majelis Dikdasmen.

 

9)      Program Bidang Hikmah dan Kebijakan Publik

a.       Visi Pengembangan

Berkembangnya partisipasi dan peran warga Muhammadiyah dalam dinamika kebangsaan yang didasari oleh prinsip  akhlaqul karimah dan Khittah Perjuangan menuju terwujudnya kehidupan bangsa dan negara yang lebih  maju, adil, makmur, bermartabat dan berdaulat.

 

b.      Program Pengembangan

1)      Mengintensifkan kajian-kajian khusus tentang isu-isu strategis yang menyangkut hajat hidup rakyat dan menjadi bahan bagi penyikapan Muhammadiyah dalam menghadapi persoalan-persoalan bangsa dan negara.

Kegiatan: Diskusi kajian khusus tentang isu-isu strategis. PDM melibatkan Majelis/Lembaga, Ortom dan PCM.

2)      Berpatisipasi secara aktif dan kreatif dalam upaya penguatan masyarakat sipil (civil society/masyarakat madani) serta penegakan demokrasi yang lebih substantif dan  berperadaban mulia.

Kegiatan: Kajian peningkatan partisipasi dalam penegakan demokrasi. PDM melibatkan Majelis/Lembaga, Otom dan PCM.

3)      Mengintensifkan gerakan aksi anti korupsi dengan mengembangkan jaringan dan kerja sama berbagai lembaga pemerintah, organisasi kemasyarakatan, lembaga swadaya masyarakat, swasta, dan komunitas-komunitas dalam masyarakat.

Kegiatan: Kampanye anti korupsi. Indikator keberhasilan tumbuhnya kesadaran anti korupsi. PDM melibatkan Majelis/Lembaga, Ortom dan PCM.

4)      Membangun jalinan dan jaringan yang sinergis antar kader dan simpatisan Muhammadiyah yang berada di lembaga legislatif, eksekutif, yudikatif dan lembaga-lembaga strategis lainnya guna meningkatkan peran strategis Muhammadiyah dalam kehidupan bangsa dan negara.

Kegiatan: Menjalin hubungan dengan legislatif, eksekutif dan yudikatif.

5)      Mengembangakan pembinaan kesadaran bermasyarakat dan bernegara yang berperadaban.

Kegiatan: Meningkatkan pembinaan kesadaran bermasyarakat dan bernegara. PDM melibatkan Majelis/Lembaga.

 

 

B.      PROGRAM OPERASIONAL MAJELIS DAN LEMBAGA

 

Majelis dan Lembaga merupakan Unsur Pembantu Pimpinan Persyarikatan yang berfungsi untuk melaksanakan program dan kebijakan operasional yang menjadi amanat dan ditetapkan oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Tebing Tinggi dalam Tanfidznya. Berbagai Majelis dan Lembaga yang telah dibentuk melaksanakan program dan kegiatan sesuai jenis dan sifatnya masing-masing, sehingga dapat dicapai tujuan/target program. Dengan demikian Majelis dan Lembaga tidak menentukan kebijakan-kebijakan strategis dan tidak mengembangkan program baru di luar yang telah ditentukan dan dijabarkan oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Tebing Tinggi.

 

Pelaksanaan program operasional oleh Majelis dan Lembaga dengan merumuskan pengembangan dan berbagai aspek teknis lainnya untuk diketahui tingkat keberhasilan program ke dalam aktivitas-aktivitas/kegiatan-kegiatan yang konkret atau nyata. Dalam sejumlah aspek perumusan/penjabaran dan pelaksanaan program terdapat akomodasi atau penyesuaian waktu dan teknis pelaksanaan program ke dalam kegiatan, tetapi tetap berada dalam kerangka kebijakan pelaksanaan program Muhammadiyah sebagaimana ditetapkan oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah dalam Tanfidznya. Berikut ini program dan kegiatan Majelis dan Lembaga di lingkungan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Tebing Tinggi Periode 2010-2015.

 

1.      Program Kerja Majelis Tarjih dan Tajdid PD Muhammadiyah Kota Tebing Tinggi Periode 2010-2015.

 

a.       Visi Pengembangan

Berkembangkanya fungsi Tarjih, Tajdid, dan Pemikiran Islam yang mendorong peran Muhammadiyah sebagai gerakan pembaharuan yang kritis, dinamis, dan proaktif dalam menjawab problem dan tantangan aktual sehingga Islam menjadi sumber pemikiran, moral, dan praktis sosial kehidupan umat, bangsa, dan perkembangan global.

 

b.      Program Pengembangan

1)      Menyegarkan dan mengembangkan pemahaman dan pengamalan ajaran Islam dalam kehidupan masyarakat yang multikultural dan kompleks disertai dengan perumusan Risalah Islmiyah, tafsir Al Qur’an, dan pemikiran-pemikiran keislaman lainnya yang komprehensif.

Kegiatan: Mensosialisasikan Risalah Islamiyah bidang Aqidah, tafsir Al Qur’an dan pemikiran keislaman lainnya yang komprehensif. Indikator keberhasilan. Tersosialisasikannya Risalah Islamiyah bidang Aqidah, tafsir Al Qur’an dan pemikiran keislaman lainnya yang komprehensif. Waktu :

2)      Mensosialisasikan Konsep Islam dan produk-produk pemikiran di bidang tarjih, tajdid, dan pemikiran Islam yang menjadi pandangan, pedoman, bimbingan, acauan, dan tuntunan dalam kehidupan masyarakat seperti Himpunan Putusan Tarjih, Fatwa Agama, Keluarga Sakinah, Fikih Tata Kelola, Fikih Ikhtilaf dan hasil-hasil Musyawarah Tarjih.

Kegiatan: Mensosialisasikan Produk HPT. Indikator keberhasilan. Tersosialisasikannya Produk HPT. Waktu :

3)      Mengembangkan kapasitas/kompetensi kelembagaan dan kader ulama bidang tarjih, tajdid, dan pemikiran Islam termasuk pembinaan kader hisab dan falak serta kelompok pemikir Islam untuk memperkokoh dan mengembangkan Muhammadiyah sebagai gerakan pembaharuan dan kepentingan menghadapi perkembangan yang kompleks dalam dinamika kehidupan umat, bangsa, dan tantangan global, misalnya melalui program memperbanyak ulama hadist dan usul fikih, dismaping ulama pada umumnya.

Kegiatan: Diskusi Peran Kader Ulama. Indikator keberhasilan. Terdiskusikannya Peran Kader Ulama. Waktu :

4)      Mensosialisasikan dan mendorong penerapan/aktualisasi pandangan keislaman Muhammadiyah tentang perempuan yang mengarah pada keadilan dan kesetaraan relasi laki-laki dan perempuan yang mencerminkan tatanan kehidupan yang bersifat rahmatan lil-’alamin.

Kegiatan: Diskusi pandangan keislaman tentang kesetaraan relasi laki-laki dan perempuan. Indikator keberhasilan. Terdiskusikannya pandangan keislaman tentang kesetaraan relasi laki-laki dan perempuan. Waktu :

5)      Mengintensifkan kajian-kajian pemikiran Islam dalam merespon isu-isu dan masalah-masalah penting dan strategis di berbagai bidang yang berkembang dalam kehidupan umat dan masyarakat luas.

Kegiatan: Mengintensifkan kajian-kajian pemikiran Islam. Indikator keberhasilan. Intensifnya kajian-kajian pemikian Islam. Waktu :

6)      Meningkatkan kepustakaan dan pendayagunaan koleksi kepustakaan tarjih serta kitab-kitab/buku-buku/sumber-sumber rujukan utama baik klasik maupun kontemporer serta cetak dan elektronik di bidang tarjih, tajdid, dan pemikiran Islam.

Kegiatan: Kajian kepustakaan tentang Faham Agama menurut Muhammadiyah (Aqidah, Ibadah dan Mu’amalah Dunyawiyyah) PHIWM. Indikator keberhasilan.  Terkajinya kepustakaan tentang Faham Agama menurut Muhammadiyah (Aqidah, Ibadah dan Mu’amalah Dunyawiyyah) PHIWM. Waktu :

7)      Melakukan pembahasan masalah keagamaan dalam berbagai aspek, terutama masalah aktual, seperti masalah ekonomi, poliktik, budaya, mistik, dan segala aspek sosial kemasyarakatan.

Kegiatan: Seminar/diskusi masalah keagamaan. Indikator keberhasilan. Terseminarkannya/diskusi masalah keagamaan. Waktu :

8)      Kerjasama dalam melakukan pendidikan Kader Ulama Tarjih secara berkesinambungan

Kegiatan: Mendata warga diusulkan Ke PWMSU/UMSU sebagai mahasiswa Kader Ulama Terjih. Indikator Keberhasilan. Terdatanya warga Muhammadiyah yang akan diusulkan Ke PWMSU/UMSU. Waktu :

 

2.      Program Majelis Tabligh PD Muhammadiyah Kota Tebing Tinggi Periode 2010-2015.

 

a.       Visi Pengembangan

Berkembangnya gerakan Tabligh Muhammadiyah dalam pembinaan keagamaan yang bersifat meneguhkan dan mencerahkan pada berbagai kelompok sosial yang luas sehingga Islam dihayati, dipahami, dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari serta menjadi rahmatan lil-’alamin.

 

b.      Program Pengembangan

1)      Mempedomani tuntunan dan materi tabligh yang bersifat praktis dan menjadi acuan bagi para muballigh seperti HPT, tuntunan/pedoman tabligh, kurikulum/materi tabligh, materi khutbah, dan pedoman/tuntunan kehidupan beragama sehari-hari.

Kegiatan: Mensosialisasikan Panduan Muballigh Muhammadiyah. Indikator keberhasilan. Tersosialisasikannya Panduan Muballigh Muhammadiyah. Waktu :

2)      Menghidupkan dan mengembangkan berbagai jenis pengajian di lingkungan persyarikatan dan umat Islam disertai pengembangan materi, pendekatan, metode yang menarik dan tepat sasaran, serta meningkatkan keyakinan, pemahaman, dan pengamalan Islam yang lebih mendalam/substantif yang menghadirkan Islam berwajah rahmatan lil-’alamin.

Kegiatan: Mengembangkan Pengajian Daerah dan Pengajian Akbar. Indikator keberhasilan. Berkembangnya Pengajian Daerah dan Pengajian Akbar. Waktu :

3)      Mengoptimalkan pengelolaan Masjid dan Musholla sebagai sarana pembinaan keislman dan aktivitas keumatan yang sensitif terhadap masalah serta dinamika kehidupan masyarakat setempat.

Kegiatan: Sosialisasi Pengelolaan Masjid/Mushalla. Indikator keberhasilan. Tersosialisasikannya Pengelolaan Masjid/Mushalla. Waktu :

4)      Meningkatkan kuantitas dan kualitas muballigh yang dapat menjangkau multisrata, multietnis, dam multimedia di berbagai lingkungan kehidupan masyarkat termasuk Televisi melalui bebagai kursus, pelatihan, dan kegiatan-kegiatan yang meningkatkan kapasitas muballigh di tengah tuntutan kehidupan yang semakin memerlukan acuan Islam.

Kegiatan: Mengadakan Pelatihan Muballigh. Indikator keberhasilan. Meningkatnya pengetahuan Muballigh. Waktu :

5)      Mengusahakan peningkatan sarana dan sumber dana untuk mempermudah pengembangan fungsi tabligh dan peran muballigh dalam kehidupan masyarakat.

Kegiatan: Menyelenggarakan Workshop, Pengadaan Sarana dan  Peningkatan sumber dana Majelis Tabligh. Indikator keberhasilan. Tersenggaranya Workshop, Pengadaan Sarana dan  Peningkatan sumber dana Majelis Tabligh. Waktu :

6)      Memberdayakan Korps Muballigh tingkat Daerah melalui muzakarah secara periodik.

Kegiatan: Mengusulkan nama-nama Korps Muballigh Muhammadiyah. Indikator keberhasilan. Terbentuknya Korps Muballigh Muhammadiyah Waktu :

7)      Melakukan optimalisasi peran Muballigh dalam pengajian dan melakasanakan pengendalian penempatan Muballigh pada pengajian Muhammadiyah.

Kegiatan: Diskusi Muballigh. Indikator keberhasilan. Terlaksananya diskusi Muballigh. Waktu :

8)      Menyusun jadwal Khatib Jum’at, Idul Fitri/Adha dan Penceramah Ramadhan.

Kegiatan: Menyusun Jadwal Khatib Jum’at, Idul Fitri/Adha dan Perceramah. Indikator Keberhasilan. Tersusunya Jadwal Khatib Jum’at, Idul Fitri/Adha dan Perceramah. Waktu : setiap tahunnya.

9)      Menyelenggarakan Pengajian Pimpinan dan Pengajian Umum Tingkat Daerah terjadwal dan bergilir ke setiap Cabang Muhammadiyah.

Kegiatan: Menjadwalkan Pengajian Pimpinan dan Pengajian Umum Tingkat Daerah. Indikator keberhasilan. Terjadwalnya Pengajian Pimpinan dan Pengajian Umum Tingkat Daerah. Waktu : setiap tahunnya.

10)  Menyelenggarakan kursus/pelatihan mubaligh/pidato, khatib, mengurus janazah bekerjasama dengan Majelis terkait.

Kegiatan:  Menyelenggarakan Kursus/Pelatihan Muballigh. Indikator keberhasilan. Terselenggaranya Kursus/Pelatihan Muballigh. Waktu :

 

3.      Program Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah PD Muhammadiyah Kota Tebing Tinggi Periode 2010-2015.

 

a.       Visi Pengembangan

Berkembangnya kualitas dan ciri khas pendidikan Muhammadiyah yang unggul, holistik, dan bertatakelola baik yang didukung oleh pengembangan iptek dan litbang sebagai wujud aktulalisasi gerakan dakwah dan tajdid dalam membentuk manusia yang utuh sebagaimana tujuan pendidikan Muhammadiyah.

 

b.      Program Pengembangan

1)      Menyusun Roadmap keunggulan pendidikan Muhammadiyah Kota Tebing Tinggi berbagai aspeknya, termasuk pemetaan sumberdaya insani, pusat-pusat keunggulan, fasilitas, tata kelola, kepemimpinan, dan lain-lain yang mendukung pengembangan kualitas/keunggulan pendidikan Muhammadiyah di tengah persaingan yang tinggi.

Kegiatan: Mengkaji keunggulan, tenaga pendidik SD Muhammadiyah. Indikator keberhasilan. Terkajinya keunggulan, tenaga pendidik SD Muhammadiyah. Waktu :

2)      Meningkatkan peran dan fungsi pendidikan Muhammadiyah sebagai lembaga pelayan masyarakat denan membuka dan memperluas akses dan kesempatan bagi seluruh masyarakat tanpa memandang suku, bangsa, agama dan kelas sosial untuk memperoleh pendidikan yang bermakna bagi diri, keluarga dan masyarakat.

Kegiatan: Pemberian beasiswa kurang mampu kerjasama dengan Dinas Pendidikan dan mencari Bapak Angkat. Indikator keberhasilan. Terlaksananya Pemberian beasiswa kerjasama dengan Dinas Pendidikan dan mencari Bapak Angkat. Waktu :

3)      Meningkatkan peran dan fungsi lembaga pendidikan Muhammadiyah sebagai pusat pembelajaran yang mencerahkan, mencerdaskan dan memberdayakan peserta didik sehingga menjadi manusia yang bertaqwa, berilmu pengetahuan, teampil, berkepribadian kuat, mandiri, beriorientasi ke masa depan dan bertanggung jawab terhadap kehidupan masyarakat, umat dan bangsa.

Kegiatan: Lokakarya dan aksi di SD Muhammadiyah. Indikator keberhasilan. Terlaksananya Lokakarya dan aksi di SD Muhammadiyah. Waktu :

4)      Mengoptimalkan peran dan fungsi lembaga pendidikan Muhammadiyah sebagai pusat dakwah Islam melalui usaha-usaha memperluas dan memperdalam pemahaman Agama, mengamalkan ibadah berdasaarkan tuntunan Rasulullah SAW. Mengembangkan interaksi yang sesuai dengan akhlak mulia dan menata lingkungan fisik yang mencerminkan nilai-nilai Islam yang berkemajuan.

Kegiatan: Membentuk pusat studi kajian SD Muhammadiyah. Indikator keberhasilan. Terbentuknya pusat studi kajian SD Muhammadiyah. Waktu :

5)      Mengembangkan model-model pendidikan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan di seluruh jenjang pendidikan yang memberikan pencerahan paham Islam dan komitmen gerakan Muhammadiyah yang berkemajuan.

Kegiatan: Seminar, Diskusi mengembangkan model-model pendidikan. Indikator keberhasilan. Terkembangkannya model-model pendidikan. Waktu :

6)      Meningkatkan dan memperkuat peran dan fungsi pendidikan Muhammadiyah sebagai pusat perkaderan dengan pembinaan Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Kepanduan Hizbul Wathan (HW), Tapak Suci Petera Muhammadiyah (TS), sebagai oraganisasi intra kurikuler yang meningkatkan wawasan dan kemampuan kepemimpinan, memperkuat jatidiri pelajar sebagai kader persyarikatan, umat dan bangsa.

Kegiatan: Meningkatkan peran dan fungsi pendidikan Muhammadiyah. Indikator keberhasilan. Meningkatknya peran dan fungsi pendidikan Muhammadiyah. Waktu :

7)      Mengembangkan jenis, jenjang dan jalur pendidikan baru sebagai alternatif dan solusi atas tuntutan dan kebutuhan masyarakat melalui berbagai usaha memperluas dan memperluas pelayanan pendidikan sebagai agen perubahan sosial berdasarkan spirit tajdid dan amal shalih.

Kegiatan: Memperluas pelayanan pendidikan. Indikator keberhasilan. Tersebarluaskannya pelayanan pendidikan. Waktu :

8)      Meningkatkan kemampuan profesional pendidik  melalui peningkatan jenjang pendidikan (studi lanjut), pelatihan-pelatihan formal kependidikan, penyelenggaraan forum-forum akademik dan pengembangan lembaga-lembaga profesi yang memungkinkan terjadinya transfer keahlian di antara sesama pendidik seperti Musyawarah Guru Mata  Pelajaran (MGMP), Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKSS) dan lain-lain.

Kegiatan: Peningkatan pelatihan bagi guru. Indikator keberhasilan. Meningkatnya pelatihan bagi guru. Waktu :

9)      Meningkatkan kesejahteraan pendidik dan tenaga kependidikan sesuai kemampuan Persyarikatan dan satuan pendidikan setempat berdasarkan sistem kinerja dan meritokrasi dengan mempertimbangkan tingkat kebutuhan hidup masyarakat setempat, loyalitas, lama pengabdian, kreativitas dan profesionalisme kerja.

Kegiatan: Membentuk Tim Pencari Donator. Indikator keberhasilan. Terbentuknya Tim Pencari Donator. Waktu :

10)  Mengembangkan budaya good governance, hidup sehat, anti korupsi dan hemat energi sebagai gerakan kebudayaan yang merupakan perwujudan, pengamalan dan internalisasi nilai-nilai Islam dan Kemuhammadiyahan dalam lembaga pendidikan.

Kegiatan: Sosialisasi nilai-nilai Islam dan Kemuhammadiyahan. Indikator keberhasilan. Tersosialisasinya nilai-nilai Islam dan Kemuhammadiyahan. Waktu :

11)  Meningkatkan,memperluas dan memperkuat kerja sama dan kemitraan dalam berbagai bidang antara lembaga-lembaga pendidikan Muhammadiyah, pemerintah, masayarakat dan lembaga-lembaga sosial sebagai usaha meningkatkan mutu pendidikan.

Kegiatan: Kerjasama dengan Dinas terkait. Indikator keberhasilan. Terbentuknya Kerjasama dengan Dinas terkait. Waktu :

12)  Memperkuat ukhuwah dan silaturrahim antar lembaga pendidikan melalui penyelengaraan kegiatan musabaqah, olimpiade, turnamen olahraga, festival,  kesenian, dan kegiatan lain yang menumbuhkan semangat, kebanggaan dan persatuan di antara warga Muhammadiyah.

Kegiatan: Menjalin komunikasi dengan penyelenggara kegiatan MTQ, olimpiade, turnamen olahraga, fertival kesenian.  Indikator keberhasilan. Terjalinnya komunikasi dengan penyelenggara kegiatan MTQ, olimpiade, turnamen olahraga, fertival kesenian.  Waktu :

13)  Menyusun peta pendidikan, pusat data dan informasi pendidikan Muhammadiyah Kota Tebing Tinggi sebagai bahan pengkajian ilmiah dan dasar pengambilan kebijakan dan pengembangan pendidikan Muhammadiyah.

Kegiatan: Pendataan pendidikan. Indikator keberhasilan. Tersedianya data pendidikan. Waktu :

14)  Memberikan penghargaan kepada mereka yang berprestasi untuk menumbuhkan semangat ber-Muhammadiyah dan mendorong kepeloporan dan keteladanan di kalangan warga Muhammadiyah.

Kegiatan: Mengadakan pembinaan dan penghargaan bagi siswa berperstasi. Indikator keberhasilan. Adanya pembinaan dan penghargaan bagi siswa berperstasi. Waktu :

15)  Mengintergrasikan aktivitas lembaga pendidikan Muhammadiyah dengan program pengembangan masyarakat dan kegiatan Persyarikatan di lingkungan setempat.

Kegiatan: Menjalin komunikasi dengan masyarakat. Indikator keberhasilan. Terjalinnya komunikasi dengan masyarakat.  Waktu :

16)  Mengintensifkan pembinaan akhlak Islami, ideologi Muhammadiyah, dan penekanan pada pendidikan karakter di seluruh jenjang pendidikan Muhammadiyah sebagai satu kesatuan utuh dengan pengembangan intelektualitas/kecerdasan, keadilan, dan aspek-aspek penting lainnya yang menunjukkan keunggulan kualitas dan ciri khas pendidikan Muhammadiyah.

Kegiatan: Melakukan pembinaan akhlak Islami/Pendidikan karakter. Indikator keberhasilan.  Adanya pembinaan akhlak Islami/Pendidikan karakter. Waktu :

17)  Mengembangkan kualitas kepemimpinan, tata kelola termasuk tata kelola keungan, peraturan-peraturan yang terpadu dan standar, pemanfaatan IT (Information  Technology), penjaminan mutu, dan berbagai aspek/perangkat penting lainnya yang mendukung pengembangan kunggulan pendidikan Muhammadiyah.

Kegiatan: Meningkatkan sarana dan prasarana sekolah Indikator keberhasilan. Meningkatnya sarana dan prasarana sekolah. Waktu :

18)  Meningkatkan sarana, prasarana dan mutu SD Muhammadiyah At Taqwa sehingga dapat bersaing dengan sekolah lain.

Kegiatan: Melanjutkan pembangunan gedung yang bengkalai. Indikator keberhasilan.Terbangunnya gedung yang terbengkalai. Waktu :

19)  Mengadakan kerjasama dengan PAUD/TK ABA yang dikelola Aisyiyah dalam rangka untuk melanjutkan pendidikannya ke SD Muhammadiyah At Taqwa.

Kegiatan: Kerjasama dengan PAUD/TK agar melanjut ke SD Muhammadiyah. Indikator keberhasilan. Adanya pertambahan siswa masuk ke SD Muhammadiyah. Waktu :

20)  Mengupayakan berdirinya MTs/SMP Muhammadiyah sebagai kelanjutan dari SD Muhammadiyah At Taqwa

Kegiatan: Merintis pendirian MTs/SMP Muhammadiyah. Indikator keberhasilan. Berdirinya MTs atau SMP Muhammadiyah. Waktu :

 

 

4.      Program Majelis Pendidikan Kader PD Muhammadiyah Kota Tebing Tinggi Periode 2010-2015.

 

a.       Visi Pengembangan

Berkembangnya kualitas anggota dan kader Muhammadiyah sebagai pelaku gerakan yang memiliki keunggulan kapasitas, komitmen ideologis, dan mampu memajukan serta menyebarluaskan peran Muhammadiyah dalam dinamika kehidupan umat, masyarakat dan bangsa.

 

b.      Program Pengembangan

1.      Mengintensifkan pelaksanaan Sisten Perkaderan Muhammadiyah dan menjadikan perkadetan sebagai budaya organisasi di seluruh tingkatan pimpinan, amal usaha, dan institusi-institusi yang berada dalam struktur Persyarikatan.

Kegiatan: Menyelenggarakan Baitul Arqam. Indikator keberhasilan. Terbentuknya kader yang memahami cara berpikir dan sikap yang sama dalam gerakan Muhammadiyah. Waktu :

2.      Mengoptimalkan pendayagunaan pilar-pilar perkaderan dilingkungan persyarikatan yakni dikeluarga, organisasi otonom, lembaga pendidikan, dan amal usaha manusia.

Kegiatan: Sosialisasi model perkaderan dalam keluarga, lembaga pendidikan dan amal usaha. Indikator keberhasilan. Tersosialisasinya model perkaderan dalam keluarga, lembaga pendidikan dan amal usaha. Waktu :

3.      Mengintensif dan mendesain pembinaan anggota di lingkungan  Persyariktan dan Amal Usaha dan kelompok-kelompok  jama’ah melalui Darul Arqam, Baitul Arqam, pengajian khusus, dan berbagai model perkaderan lainnya yang bersifat spesifik.

Kegiatan: Sosialisasi Kurikulum dan silabus pengajian khusus untuk pembinaan anggota. Indikator keberhasilan. Tersosialisasinya Kurikulum dan silabus pengajian khusus untuk pembinaan anggota. Waktu :

4.      Melaksanakan Ideopolitor (ideologi, politik dan organisasi) bagi pimpinan di lingkungan pimpinan Persyarikatan  dan Amal Usaha untuk meneguhkan komitmen ideologis, memperluas visi dan pemikiran, dan mengembangkan organisasi sebagai instrumen gerakan Islam.

Kegiatan: Dialog Ideopolitor bagi Pimpinan Persyarikatan dan Ortom. Indikator keberhasilan. Adanya kesamaan visi, misi dan strategi tentang implementasi ideopolitor di lingkungan Persyarikatan dan Ortom. Waktu:

5.      Melaksanakan perkaderan fungsional untuk mewadahi dan menyalurkan potensi anggota dan kder yang tersebar luas di berbagai lingkungan profesi dan lembaga di luar Muhammadiyah.

Kegiatan: Training pembangunan karakter Kaum Muda. Indikator keberhasilan. Terbentuknya Kaum Muda yang berkarakter. Waktu :

6.      Menuntun Majelis/Lembaga/Amal Usaha terkait menyelenggarakan Darul Arqam/Baitul Arqam dan pengkajian Pedoman Hidup Islami warga Muhammadiyah, baik secara teori maupun praktik.

Kegiatan: Sosialisasi Perkaderan bagi Majelis/Lembaga dan Amal Usaha. Indikator keberhasilan. Terlaksananya Perkaderan di Majelis/Lembaga dan Amal Usaha. Waktu :

7.      Melakukan koordinasi kaderisasi dengan organisasi otonom pada tiap jenjang Pimpinan Muhammadiyah.

Kegiatan: Koordinasi Perkaderan Ortom. Indikator keberhasilan. Adanya kesamaan pentingnya pelaksanaan Perkaderan dengan Ortom. Waktu :

8.      Identifikasi, penyusunan data base, dan pemetaan sumber daya kader yang dimiliki Muhammadiyah di semua lini organisasi.

Kegiatan: Pendataan Anggota Kader. Indikator  keberhasilan. Tersedianya data anggota yang telah di kader. Waktu :

 

 

5.      Program Majelis Pembina Kesehatan Umum PD Muhammadiyah Kota Tebing Tinggi Periode 2010-2015.

 

a.       Visi Pengembangan

Berkembangnya fungsi pelayanan kesehatan yang unggul dan berbasis Penolong Kesengsaraan Oemoem (PKO) sehingga mampu meningkatkan kualitas dan kemajuan hidup masyarakat khususnya kaum dhua’fa sebagai aktualisasi dakwah Muhammadiyah.

 

b.      Program Pengembangan

1.      Mewujudkan adanya amal usaha bidang kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.

Kegiatan: Perintisan pendirian bidang kesehatan. Indikator keberhasilan. Berdirinya Bidang Kesehatan. Waktu :

2.      Meningkatkan keterpaduan dan kesiapan dalam penanggulangan bencana, peningkatan kualitas tanggap darurat (response time & mobilisasi), peningkatan kualitas manajemen dan pengadaan logistik tanggap darurat, serta advokasi dan rehabilitasi pasca bencana.

Kegiatan: Perintisan penanggungan bencana bidang kesehatan. Indikator keberhasilan. Adanya Tim Penanggulangan bencana bidang kesehatan. Waktu :

3.      Mengembangkan jenis-jenis/model-model pelayanan kesehatan dan pelayanan sosial yang langsung mneyentuh  kehidupan masyarakat di akar rumput bekerjasama dengan Rumah Sakit pemerintah/swasta.

Kegiatan: Pelayanan kesehatan Sunat Masal, Donor Darah, Pengobatan Masal. Indikator keberhasilan. Adanya Pelayanan Kesehatan Sunat Masal, Donor Darah dan Pengobatan Masal. Waktu :

4.      Mengoptimalkan jaminan pemeliharaan kesehatan warga Muhammadiyah dan masyarakat.

Kegiatan: Merintis jaminan pemiliharaan kesehatan bagi warga Muhammadiyah yang belum memiliki Askes. Indikator keberhasilan. Adanya jaminan pemiliharaan kesehatan bagi warga Muhammadiyah yang belum memiliki Askes. Waktu :

5.      Mengadakan kerjasama penyuluhan kesehatan dengan instansi terkait.

Kegiatan: Penyuluhan kesehatan. Indikator keberhasilan. Adanya penyuluhan kesehatan bagi warga Muhammadiyah. Waktu :

 

6.      Program Majelis Pelayanan Sosial PD Muhammadiyah Kota Tebing Tinggi Periode 2010-2015.

 

a.       Visi Pengembangan

Berkembangnya fungsi pelayanan sosial yang unggul sehingga mampu meningkatkan kualitas dan kemajuan hidup masyarakat khususnya kaum dhua’fa sebagai aktualisasi dakwah Muhammadiyah.

 

b.      Program Pengembangan

1.      Mewujudkan kepedulian sosial bagi warga Muhammadiyah agar lebih peka terhadap penderiataan orang.

Kegiatan: Gerakan menabung minimal Rp 500,- perhari untuk bantuan sosial. Indikator keberhasilan. Adanya gerakan menabung minimal Rp 500,- perhari untuk bantuan sosial. Waktu :

2.      Meningkatkan keterpaduan dan kesiapan dalam penanggulangan bencana, peningkatan kualitas tanggap darurat (response time & mobilisasi), peningkatan kualitas manajemen dan pengadaan logistik tanggap darurat, serta advokasi dan rehabilitasi pasca bencana.

Kegiatan: Perintisan penanggungan bencana bidang sosial. Indikator keberhasilan. Adanya Tim penanggulangan bencana bidang sosial. Waktu:

3.      Mengembangkan pelayanan sosial yang langsung menyentuh  kehidupan masyarakat di akar rumput bekerjasama dengan instansi terkait.

Kegiatan: Aksi Pelayanan Sosial pemberian bantuan musibah kematian, bencana alam dan penyediaan Tim Fardu Kifayah. Indikator keberhasilan. Adanya Pelayanan Sosial pemberian bantuan bagi musibah kematian, bencana alam dan tersedianya Tim Fardu Kifayah. Waktu :

4.      Mengintensipkan pengutipan sumbangan kemalangan Rp 1.000,- per Anggota/Simpatisan Muhammadiyah.

Kegiatan: Gerakan sumbangan perkemalangan minimal tiap anggota/simpatisan Rp 1.000,- kerjasama PCM dan PRM. Indikator keberhasilan. Adanya  gerakan sumbangan perkemalangan minimal tiap anggota/simpatisan Rp 1.000,- kerjasama PCM dan PRM. Waktu :

5.      Mengadakan sosialisasi pelayanan sosial.

Kegiatan: Sosialisasi pelayanan sosial. Indikator keberhasilan. Adanya sosialisasi pelayanan sosial sehingga warga Muhammadiyah memahaminya dengan baik. Waktu :

 

7.      Program Majelis Wakaf dan Kehartabendaan PD Muhammadiyah Kota Tebing Tinggi Periode 2010-2015.

 

a.       Visi Pengembangan

Berkembangnya kemampuan dan pengorganisasian umat untuk berwakaf, serta meningkatkan sistem pengelolaan, jalinan kepedulian, dan pelayanan  bagi kaum dhuafa yang menumbuh kembangkan keberdayaan dan kesejahteraan masyarakat.

 

b.      Program Pengembangan

1.      Inventarisasi dan arbitrase harta benda Persyarikatan yang diperoleh dari wakaf serta mengintensifkan pelaksanaan, penertiban, dan pengelolaan sertifikasi tanah-tanah wakaf Muhammadiyah.

Kegiatan: Inventariasasi data tanah persyariktan. Indikator keberhasilan. Terinventarisasinya seluruh data tanah persyarikatan.  Waktu :

2.      Memasyarakatkan wakaf uang dan wakaf yang tidak bergerak yang terpadu dengan pengorganisasian ZIS menuju pemberdayaan umat.

Kegiatan: Sosialisasi Wakaf. Indikator keberhasilan. Warga dapat memahami pentingnya berwakaf. Waktu :

3.      Memanfaatkan tanah wakaf kosong untuk hal-hal produktif dan kegiatan-kegiatan lain sesuai fungsinya.

Kegiatan: Sosialisasi pemanfaatan tanah wakaf. Indikator keberhasilan.  Adanya pemahaman yang baik dalam memungsikan tanah wakaf agar lebih produktif dan bermanfaat bagi umat. Waktu :

4.      Mengkoordinir pengurusan sertifikat tanah-tanah milik Muhammadiyah.

Kegiatan: Mengkoordinir perususan sertifikat ke BPN/instansi terkait. Indikator keberhasilan. Tersertifikatkannya seluruh aset tanah Persyarikatan Muhammadiyah. Waktu :

 

8.      Program Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan PD Muhammadiyah Kota Tebing Tinggi Periode 2010-2015.

 

a.       Visi Pengembangan

Berkembangnya kapasitas dan bangkitnya kembali etos ekonomi Muhammadiyah untuk meningkatkan pemberdayaan ekonomi dan kesejahteraan umat.

 

b.      Program Pengembangan

1)      Mengembangkan koperasi syariah, BTM/BMT sebagai wadah kerjasama dan pemberdayaan antar pelaku usaha ekonomi di lingkungan Persyarikatan menuju pada kekuatan dan kemandirian Muhammadiyah sebagai gerakan ekonomi.

Kegiatan: Merintis berdirinya Koperasi Syariah, BTM/BMT. Indikator keberhasilan. Berdirinya Koperasi Syariah atau BTM/BMT. Waktu :

2)      Meningkatkan pembinaan kualitas sumberdaya manusia pelaku usaha ekonomi umat melalui kegiatan pelatihan, pendampingan, dan konsultasi bisnis yang intensif dan sistematik.

Kegiatan: Melakukan pembinaan pedagang Muhammadiyah. Indikator keberhasilan.  Adanya pembinaan terhadap pedagang Muhammadiyah dan perlindungan/advoksinya. Waktu :

3)      Mengembangkan usaha/bisnis ritel barang konsumsi dan usaha-usaha unggulan yang memiliki nilai tambah yang tinggi disertai dengan dukungan permodalan, sumberdaya manusia, dan jaringan yang kuat di seluruh lingkungan Persyarikatan.

Kegiatan: Mendorong berdirinya kedai disetiap ranting. Indikator keberhasilan. Adanya kedai Warga Muhammadiyah di Setiap Ranting. Waktu :

4)      Mengembangkan jaringan dan kerjasama dengan Pemerintah, swasta, dan lembaga-lembaga lain dalam program-program pemberdayaan ekonomi khususnya ekonomi mikro, kecil, dan menengah yang berdampak langsung dalam membangun kekuatan masyarakat kecil (akar rumput) yang dhua’fa dan musatdh’afin melalui model-model kegiatan ekonomi alternatif.

Kegiatan: Menyelenggarakan Rakerda. Indikator keberhasilan. Terselenggaranya Rekerda Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan. Waktu :

5)      Peningkatan gerakan ekonomi di kalangan warga Muhammadiyah disertai pembentukan mentalitas dan budaya kewirausahaan serta berbagai pelatihan sehingga terbangun kondisi dan infrastruktur Muhammadiyah sebagai kekuatan ekonomi.

Kegiatan: Perintisan Kelompok Bisnis Warga Muhammadiyah. Indikator keberhasilan. Terbentuknya Kelompok Bisnis Warga Muhammadiyah. Waktu :

6)      Meningkatkan pengentasan kemiskinan dengan instrumen ZIS dan usaha-usaha ekonomi yang memiliki nilai tambah yang tinggi khususnya yang berskala mikro, kecil dan menengah dengan memanfaat berbagai jaringan yang dimiliki Muhammadiyah termasuk yang berbasis di Cabang dan Ranting.

Kegiatan: Perintisan jaringan bisnis Muhammadiyah. Indikator keberhasilan. Adanya Jaringan Bisnis Warga Muhammadiyah. Waktu :

7)      Meningkatkan kualitas sumber daya, organisasi dan manajemen, administrasi, sinergi, dan pelayanan dalam menggerakkan. Pengelolaan, dan pemanfaatan wakaf dan ZIS (Zakat, infaq, shadaqah) dengan memobilisasi seluruh potensi.

Kegiatan: Rapat konsultasi antar pebisnis Muhammadiyah. Indikator keberhasilan. Terbentuknya silaturrahim antar perbisnis Warga Muhammadiyah. Waktu :

8)      Optimalisasi usaha-usaha penggalian, pencarian, dan pengumpulan zakat, infaq dan shadaqah secara lebih proaktif, terorganisasi dan terkelola dengan prinsip tata kelola yang baik melalui lembaga ZIS Muhammadiyah.

Kegiatan: Perintisan LAZIS Muhammadiyah. Indikator keberhasilan. Terbentuknya LAZIS Muhammadiyah Kota Tebing Tinggi. Waktu :

9)      Pengembangan pemanfaatan fungsi pengelolaan zakat, infaq, dan shadaqah ke hal-hal yang lebih produktif selain yang bersifat kedermawanan.

Kegiatan: Pemberdayaan LAZIS Muhmmadiyah. Indikator keberhasilan. Berdayanya LAZIS Muhammadiyah Kota Tebing Tinggi. Waktu :

 

9.      Program Majelis Pemberdayaan Masyarakat PD Muhammadiyah Kota Tebing Tinggi Periode 2010-2015.

 

a.       Visi Pengembangan

Meningkatnya kapasitas, daya saing, posisi tawar, dan intensitas pemberdayaan masyarakat berbasis misi Penolong Kesengsaraan Oemoem (PKO) dan gerakan Al-Maun menuju kehidupan masyarakat yang lebih adil, sejahtetra dan berkeadaban.

 

b.      Program Pengembangan

1.      Mengaplikasikan konsep-konsep gerakan seperti implementasi Teologi/Fikih Al-Maun dan model pemberdayaan masyarakat lainnya yang terpadu dengan sistem gerakan Muhammadiyah.

Kegiatan: Sosialisasi konsep gerakan pemberdayaan. Indikator keberhasilan. Tersosialisasinya konsep gerakan pemberdayaan. Waktu :

2.      Mengembangkan model-model pemberdayaan masyarakat yang bersifat  bottom-up dan partosipatif untuk komunitas buruh, pedagang, dan kaum marjinal.

Kegiatan: Sosialisasi model pemberdayaan masyarakat. Indikator keberhasilan. Tersosialisasinya model pemberdayaan masyarakat. Waktu:

3.      Meningkatkan kapasitas perorganisasian dan pengembangan program pemberdayaan masyarakat dengan memanfaatkan berbagai daya dukung yang dimiliki Persyarikatan.

Kegiatan: Rapat koordinasi lintas Majelis dan Ortom terkait. Indikator keberhasilan. Adanya koordinasi lintas Majelis dan Ortom terkait. Waktu:

4.      Meningkatkan jaringan hubungan dan kerja sama baik di lingkungan Persyarikatan maupun lembaga-lembaga lain yang memiliki kepedulian pada pengembangan  civil society  atau masyarakat madani sejalan dengan prinsip gerakan Muhammadiyah.

Kegiatan: Membentuk forum kerjasama. Indikator keberhasilan. Adanya bentuk-bentuk forum kerjasama. Waktu :

5.      Meningkatkan advokasi dan pendampingan terhadap kelompok miskin, pedagang kecil, buruh, dan kelompok dhu’afa/mustadh’afin lainnya untuk memiliki akses, usaha, dan kekuatan kemandirian.

Kegiatan: Perintisan advokasi terhadap kelompok miskin. Indikator keberhasilan. Adanya advokasi terhadap kelompok miskin, pedagang kecil, buruh dan kaum dhuafa. Waktu :

6.      Meningkatkan perhatian, kepedulian, dan advokasi kepada kelompok difabel (dhu’afa) untuk memperoleh hak-hak dasar dan kesejahteraan dalam kehidupannya.

Kegiatan: Melakukan kajian kebijakan publik terhadap kepentingan  masyarakat. Indikator keberhasilan.  Adanya kajian kebijakan publik terhadap kepentingan  masyarakat. Waktu :

7.      Mengembangkan ke pusat penanganan krisis (risis center) sebagai wahana penanggulangan krisis yang dihadapi masyarakat terutama masyarkat miskin, dhu’afa dan mustadh’afun.

Kegiatan: Melakukan perintisan pendampingan rehabilitasi pasca bencana. Indikator keberhasilan. Adanya pendampingan rehabilitasi pasca bencana. Waktu :

8.      Mengembangkan pemberdayaan masyarakat dalam kepedulian bersama warga, partisipasi penanggulangan masalah sosial dalam suasana kemalangan dengan pemberikan santunan yang layak.

Kegiatan: Sosialisasi pemberdayaan masyarakat. Indikasi keberhasilan. Tumbuhnya kepedulian sesama. Waktu : 

 

10.  Program Majelis Lingkungan Hidup PD Muhammadiyah Kota Tebing Tinggi Periode 2010-2015.

 

a.       Visi Pengembangan

Berkembanganya kesadaran dan perilaku raham lingkungan di kalangan masyarakat serta warga Muhammadiyah sebagai wujud amar ma’ruf dan nahi munkar dalam penyelamatan lingkungan hidup.

 

b.      Program Pengembangan

1)      Mengintensifkan sosialisasi sadar dan perilaku ramah lingkungan dalam berbagai model aksi penyelamatan lingkungan.

Kegiatan: Sosialisasi sadar dan perilaku ramah lingkungan. Indikator keberhasilan. Tumbuhnya kesadaran dan perilaku ramah lingkungan. Waktu :

2)      Mengembangkan pendidikan lingkungan hidup guna membangun kesadaran dan perilaku ramah lingkugnan di seluruh tingkatan  dan lini organisasi sehingga Muhammadiyah menjadi pioner dalam gerakan lingkungan.

Kegiatan: Membuat pilot projek lingkungan hidup. Indikator keberhasilan. Adanya pilot projek lingkungan Muhammadiyah. Waktu :

3)      Meningkatkan kapasitas sumberdaya manusia, kelembagaan, dan jaringan Muhammadiyah dalam gerakan pendampingan, advokasi, dan penyelamatan lingkungan.

Kegiatan: Kampanye lingkungan hidup, membuat bank pohon, Indikator keberhasilan. Terbentuknya bank pohon, penanaman pohon dan pemberian bibit ikan dalam rangka penyelamatan lingkungan. Waktu :

4)      Mengintensifkan kerjasama dengan berbagai lembaga, baik pemerintah maupun swasta dan komunitas-komunitas masyarakat, dalam penyelamatan lingkungan dan pengembangan pembangunan berkelanjutan.

Kegiatan: Mengintensifkan kerjasama dengan lembaga pemberintah/swasta tentang lingkungan hidup. Indikator keberhasilan. Adanya kerjasama dengan lembaga pemerintah/swasta sehingga terbentuknya aksi penyelamatan lingkungan hidup. Waktu :

5)      Meningkatkan kepedulian gerakan anti judi, miras, narkoba, dan rokok pada masyarakat oleh semua tingkat Pimpinan Muhammadiyah dan jamaah.

Kegiatan: Melakukan kampanye anti judi, narkoba, rokok. Indikator keberhasilan. Terkampanyekannya anti judi, narkoba, rokok disemua tingkatan Pimpinan Muhammadiyah dan Jamaah. Waktu :

 

11.  Program Majelis Pustaka dan Informasi PD Muhammadiyah Kota Tebing Tinggi Periode 2010-2015.

 

a.       Visi Pengembangan

Terbangunnya budaya pustaka dan informasi sebagai organisasi Islam modern di tengah dinamika perkebangan masyarakat yang kompleks.

 

b.      Program Pengembangan

1.      Peningkatan pengelolaan dan pelayanan perpustakaan yang berfungsi untuk pengembangan pengetahuan dan informasi warga persyarikatan dan masyarakat luas.

Kegiatan: Kerjasama dengan Majelis Dikdasmen (SD Muhammadiyah At Taqwa) pengelolaan dan pelayanan Perpustakaan. Indikator keberhasilan. Terberntuknya kerjasama yang baik dengan Majelis Dikdasmen (SD Muhammadiyah At Taqwa) guna peningkatan pengelolaan dan pelayanan Perpustakaan SD Muhammadiyah. Waktu :

2.      Kerjasama dalam melakukan pelatihan pustakawan dan public relations dalam menunjang pelayanan dan fungsi-fungsi tugas persyarikatan.

Kegiatan: Kerja sama dengan Majelis Dikdasmen. Indikator keberhasilan. Terbentuknya kerjasama yang baik dengan Majelis Dikdasmen sehingga pelatihan pustakawan dapat berjalan dengan baik. Waktu :

3.      Menyusun data base profil, kegiatan, amal usaha dan pendataan multimedia di lingkungan Muhammadiyah.

Kegiatan: Mendata kegiatan Muhammadiyah. Indikator keberhasilan. Tersedianya data kegiatan Muhammadiyah dan amal usaha dengan baik. Waktu :

4.      Membenahi kembali buku-buku pustaka yang telah ada.

Kegiatan: Membenahi buku-buku pustaka. Indikator keberhasilan. Terbenahinya kembali buku-buku perpuskaan Muhammadiyah. Waktu :

5.      Melanjutkan penyusunan buku sejarah perkembangan Muhammadiyah Kota Tebing Tinggi.

Kegiatan: Membentuk tim penulisan. Indikator keberhasilan. Terlaksananya penyusunan dan penulisan sejarah perkembangan Muhammadiyah Kota Tebing Tinggi untuk jilid kedua. Waktu :

6.      Meningkatkan pelayanan publikasi baik yang bersifat cetak maupun elektronik sebagai bagian penting dalam pengembangan syi’ar persyarikatan.

Kegiatan: Perintisan Website dan E.mail PD Muhammadiyah Kota Tebing Tinggi. Indikator keberhasilan. Terbentuknya Website dan E.mail PD Muhammadiyah guna pengembangan syi’ar persyarikatan. Waktu :

7.      Menyelenggarkan pelatihan penulisan buku, berita, dokumentasi kerjasama dengan instansi dan Majelis terkait.

Kegiatan: Kerjasama dengan instansi dan Majelis terkait. Indikator keberhasilan. Adanya kerjasama dengan instasni dan Majelis terkait guna terlaksananya pelatihan penulisan buku, berita. Waktu :

 

12.  Program Majelis Hukum dan Hak Asasi Manusia PD Muhammadiyah Kota Tebing Tinggi Periode 2010-2015.

 

a.       Visi Pengembangan

Berkembangnya kesadaran dan advokasi di lingkungan Persyarikatan atas persoalan-persoalan hukum dan hak asasi manusia yang dihadapi masyarakat sebagai wujud dakwah amar ma’ruf nahi munkar.

 

b.      Program Pengembangan

1.      Memperluas jaringan dan usaha peningkatan kesadaran di lembaga Muhammadiyah dalam melakukan advokasi atas persoalan-persoalan hukum dan hak asasi amnusia yang dihadapi Persyarikatan dan atau masayarakat khususnya kaum dhua’fa.

Kegiatan: Memperluas jaringan advokiasi. Indikator keberhasilan. Terbentukanya jaringan advokasi sehingga persoalan hukum dapat ditangani dengan baik dengan lintas semua Majelis dan Lembaga. Waktu :

2.      Melakukan penyadaran kepada masyarakat tentang kesadaran hukum dan hak asasi manusia melalui berbagai lembaga sosial termasuk lewat jalur pendidikan.

Kegiatan: Sosialisasi Kadarkum. Indokator keberhasilan. Tersosialisasinya kesadaran hukum dan HAM bagi warga Muhammadiyah. Waktu :

3.      Mengembangkan kerja sama dengan pemerintah dan berbagai lembaga untuk kepentingan penegakan hukum dan hak asasi manusia, termasuk dalam pemberantasan korupsi.

Kegiatan: Kerjasama dengan instansi terkait dalam penegakan hukum. Indikator keberhasilan. Terbentuknya kerjasama yang baik dengan instansi terkait dalam penegaskan hukum. Waktu :

 

13.  Program Lembaga Pengembangan Cabang dan Ranting PD Muhammadiyah Kota Tebing Tinggi Periode 2010-2015.

 

a.       Visi Pengembangan

Terciptanya kondisi dan perkembangan Cabang dan Ranting yang lebih kuat, dinamis, dan berkemajuan sesuai dengan prinsip dan cita-cita gerakan Mulhammadiyah menuju terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.

 

b.      Program Pengembangan

1.      Mengembangkan model dan percontohan Gerakan Jamaah dan Dakwah Jamaah (GJDJ).

Kegiatan: Sosialisasi model dan contoh GJDJ. Indikator keberhasilan. Adanya model dan contoh GJDJ di Ranting Muhammadiyah. Waktu :

2.      Revitalisasi Ranting sebagai basis kegiatan pemberdayaan masyarakat.

Kegiatan: Sosialisasi panduan praktis penyelenggaraan pengajian PCM dan PRM. Indikator keberhasilan. Tersosialisasinya buku panduan praktis penyelenggaraan pengajian PCM dan PRM. Waktu :

3.      Pengaktifan pengajian-pengajian pimpinan.

Kegiatan: Mendorong PCM agar melakukan pengajian pimpinan. Indikator keberhasilan. Adanya pengajian Pimpinan disetiap Cabang dan Ranting Muhammadiyah. Waktu :

4.      Pengembangan model pengajian umum dan khusus.

Kegiatan: Mensosialisasikan panduan untuk menjadikan Masjid sebagai pusat dakwah. Indikator keberhasilan. Tersosialisasinya buku panduan pengelolaan Masjid sebagai pusat dakwah. Waktu :

5.      Pendataan pembuatan peta cabang dan ranting di seluruh Kota Tebing Tinggi.

Kegiatan: Mendata dan melakukan validasi jumlah PRM dan PCM. Indikator keberhasilan. Tersedianya data jumlah Anggota/Simpatisan, PRM dan PCM yang akurat. Waktu :

6.      Optimalisasi dan intensifikasi fungsi Ranting sebagai pembinaan anggota dan jamaah.

Kegiatan: Sosialisasi panduan praktis bagi PCM bagaimana melakukan monitoring dan evaluasi terhadap kinerja PRM. Indikator keberhasilan. Adanya buku panduan praktis bagi PCM bagaimana melakukan monitoring dan evaluasi terhadap kinerja PRM. Waktu :

7.      Pembentukan Ranting Baru.

Kegiatan: Mendorong dan memfasilitasi PCM melakukan koordinasi dengan PRM maupun jamaah terbentuknya ranting baru. Indikator keberhasilan. Terlaksananya koordinasi antara PCM dan PRM dalam rangka pembentukan ranting baru.

8.      Penyelenggaraan pembinaan manajemen dan konsolidasi organisasi Cabang.

Kegiatan: Mengadakan pelatihan kepemimpinan dan manajemen organisasi. Indikator keberhasilan. Terlaksananya pelatihan kepemimpinan dan manajemen organisasi. Waktu :

9.      Penyebaran tuntunan-tuntunan hidup Islami.

Kegiatan: Mensosialisasikan buku-buku tuntunan Islami terbitan resmi Muhammadiyah. Indikator keberhasilan. Tersosialisasinya buku-buku tuntunan Islami terbitan resmi Muhammadiyah. Waktu :

 

Program Muhammadiyah baik dari tingkat Daerah, Cabang dan Ranting yang merupakan sebagai rencana kegiatan hanyalah menjadi rencana dan tidak menjadi kenyataan apabila tidak dilaksanakan sebagaimana mestinya. Sebaik apapun suatu program Muhammadiyah hanyalah menjadi rumusan indah dalam teks jika tidak disertai langkah-langkah kegiatan yang nyata yang digerakkan dan dilaksanakan oleh segenap pelaku yang berada diseluruh lini Persyarikatan, Majelis, Lembaga, Organisasi Otonom, dan berbagai unit sistem dalam Muhammadiyah termasuk amal usahanya, harus terlibat dan melibatkan diri secara aktif dan menjadi kewajiban utama sesuai bidangnya masing-masing secara tersistem dalam mewujudkan setiap target dan tujuan program Muhammadiyah tersebut.

 

Dengan demikian, keberhasilan program Muhammadiyah dalam mencapai tujuannya sangatlah ditentukan oleh niat, (motivasi, i’tikad, tekad) dan ikhtiar (tindakan-tindakan dan langkah-langkah nyata) yang sungguh-sungguh, konkret, dan konsisten dari segenap anggota, lebih-lebih anggota pimpinannya, di seluruh tingkatan dan lini organisasi di lingkungan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Tebing Tinggi. Tidak boleh ada pihak manapun yang berdiam diri apalagi berlepas-tangan dari tanggungjawab dan kewajiban melaksanakan program Muhammadiyah tersebut. Faktor niat dan ikhtiar harus melekat dalam seluruh gerak dan dinamika Pimpinan Muhammadiyah beserta seluruh lini organisasinya, sehingga menjadi bagian dari “ideologi program” Muhammadiyah, bahwa pelakasanaan program menuju pencapaian tujuannya sangat ditentukan oleh faktor manusianya. Baik dengan dukungan fasilitas yang terbatas apalagi dengan dukungan fasilitas yang mencukupi maka setiap pelaku di tubuh Persyarikatan Muhammadiyah Kota Tebing Tinggi terpanggil dan melibatkan diri secara ikhlas dan ikhtiar yang optimal untuk mewujudkan program Muhammadiyah menjadi kenyataan. Tidak ada yang menjadi penonton apalagi sekedar menjadi penilai dalam garda gerakan menjalankan program muhammadiyah semuannya menjadi pelaku pelaksana progam.

 

Selain itu keberhasilan pelakasnaan program pada khususnya dan gerakan Muhammadiyah pada umumnya juga dipengaruhi atau ditentukan oleh sikap integratif atau menyatu dari seluruh lini kelembagaan yang berada di bawah Persyarikatan, Majelis, Lembaga, Organisasi Otonom, Amal Usaha, dan seluruh unit pelaksana dan institusi yang berada di lingkungan Muhammadiyah dituntut untuk berada dalam koridor sistem dan koordinasi Pimpinan Persyarikatan, dan tidak merupakan bagian-bagian yang terpisah sesuai dengan kedudukan dan fungsi tugasnya.

 

Bahwa Majelis dan Lembaga merupakan pembantu Pimpinan Persyarikatan, demikian pula dengan kedudukan Organisasi Otonom kendati memiliki otonomi tetapi juga bukan terpisah dari Persyarikatan. Semuanya harus terintegrasi dalam dan menaati kebijakan-kebijakan Pimpinan Daerah Muhammadiyah, termasuk dalam melaksanakan program Muhammadiyah sesuai dengan hasil Keputusan Musyda dan kebijakan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Tebing Tinggi.

 

Di samping itu, kesuksesan pelaksanaan program juga sangat ditentukan oleh kepemimpinan yang dijalankan oleh Pimpinan Persyarikatan di setiap tingkatan, yakni kepemimpinan yang tahu visi, misi, tujuan, dan seluk-beluk arah program sebagai kebijakan organisasi. Dengan demikian Pimpinan Daerah selain bertindak sebagai penanggungjawab, juga sebagai pengendali dan penentu arah pelaksanaan program di setiap tingkatan. Selain itu pelaksanaan program juga sangat ditentukan oleh dilaksanakannya prinsip pembagian tugas yang tersistem Prinsip tersebut yang disertai dengan pengaturan prinsip pembagian tugas dari setiap tingkatan dan lini organisasi sesuai dengan bidang tugas dan jenis program masing-masing. Wujud konkret pelaksanaan program dengan pembagian kerja yang tersistem tersebut berada di tingkatan Majelis dan Lembaga, termasuk Amal Usaha, sebagai pelaksana kebijaksanaan Pimpinan Daerah, disamping lingkungan Organisasi Otonom sesuai dengan prinsip “otonomi” dan tugas khusus masing-masing. Artinya, setiap Majelis dan Lembaga bertindak sesuai dengan bidang otoritas dan tugasnya masing-masing secara tersistem, sehingga tidak terdapat saling tumpang-tinding dan melintasi bidang yang bukan menjadi tugasnya, yang pada akhirnya menimbulkan ketidak-efisienan dan terganggunya kerja sistem dalam Persyarikatan.

 

Hal lain yang lebih penting lagi, bahwa melaksanakan program Muhammadiyah tidak lain sebagai bagian tak terpisahkan dan bahkan melekat dengan spirit gerakan Muhammadiyah untuk menegakkan dan menjujung tinggi Agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. Artinya, sukses atau tidaknya program Muhammadiyah ikut menentukan dinamika gerakan Muhammadiyah dalam mengemban misi dan usahanya sebagai Gerakan Islam dan Dakwah Amar Ma’ruf Nahi Munkar serta tajdid. Bahwa Muhammadiyah sebagai gerakan Islam harus bergerak secara nyata di tengah-tengah kehidupan masyarakat, bangsa, dan dunia kemanusiaan sejagad dan hal itu antara lain sangat ditentukan oleh keberhasilannya dalam menjalankan program-programnya yang benar dan membumi. Dengan demikian melalui program yang membumi itu maka Muhammdiyah dapat hadir secara nyata dan memberi maslahat bagi kehidupan umat sebagai gerakan Islam yang membawa risalah rahmatan lil-‘alamin di muka bumi ini. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan ridha dan pertolonganNya kepada Muhammadiyah dalam mengemban risalah Islam yang utama dan mulia itu. Nasrun MinAllah wafhatun qarib.

          

    Tebing Tinggi, 02 Safar                         1433 H

                             27 Desember                 2011 M

 

PIMPINAN DAERAH MUHAMMADIYAH

                          KOTA TEBING TINGGI

                                                          Ketua,                                                       Sekretaris,

 


 

                                         ALI HASAN LUBIS, S.Pd.                      ABU BAKAR LAIA, SKM

                                                  NBM : 624.153                                          NBM : 816.048


Berita

Agenda

Pengumuman

Link Website